Saat ini, rasanya hampir semua orang pernah mendengar istilah virus komputer.
Virus komputer (selanjutnya dalam tulisan ini kita sebut virus)
sebenarnya bagian dari malware (malicious software), software jahat.
Malware ini dibuat dengan tujuan tertentu. Malware-malware yang lain
misalnya spyware, key logger, trojan, backdoor, worm dll.
Tapi kebanyakan kita menyebut semua itu sebagai virus.
Di lain tulisan kita akan bahas satu persatu tuh para malware-malware ye..?
Oke, selanjutnya..
Secara umum kita biasanya akan memasang satu atau beberapa antivirus untuk melindungi diri PC (komputer) malware tersebut.
Untuk diketahui, walaupun secara karakteristik setiap malware punya
perbedaan tapi dalam prakteknya sebuah antivirus umumnya juga mengenali
hampir semua malware.
Kenapa namanya tidak berubah jadi antimalware? Nah itu saya gak tau.. He..he..
Nah, dibawah ini saya mencoba menuliskan beberapa point penting tentang
cara penggunaan sebuah antivirus yang baik dan benar berdasarkan
pengalaman pribadi. Karena penggunaan Antivirus yang salah justru akan
membuat komputer kita tidak terlindungi.
1. Selalu meng-update antivirus secara rutin.
Jangan sekali-kali membuat antivirus anda kadaluarsa. Usahakan untuk
selalu update. Hal ini karena setiap hari selalu ada vius baru yang
dibuat dan kita tidak pernah tau kapan mereka akan datang ke PC kita.
Beberapa antivirus akan langsung mengupdate dirinya ketika terhubung ke
internet, beberapa lainnya harus anda perintahkan. Jika PC anda tidak
pernah terhubung ke internet, file update untuk beberapa AV dapat anda
dapatkan pada CD/DVD yang disertakan majalah/tabloid komputer. Cara lain
anda harus mendownload file tersebut (dari PC lain) untuk kemudian
memasukkannya ke PC anda.
2. Hindari menggunakan lebih dari satu antivirus sekaligus
Banyak orang beranggapan, semakin banyak AV yang terpasang PC akan
semakin aman. Kenyataannya tidak. Beberapa antivirus menganggap
antivirus lain sebagai virus. Selain itu fitur scan otomatis dan Real
Time Protector dari 2 atau lebih antivirus yang berjalan berbarengan
justru menimbulkan konflik, disamping menguras memori tentunya.
Pengalaman saya, ketika menjalankan scan AVG dan SMADAV berbarengan,
salah satu pasti akan crash.
Pertanyaannya "Bagaimana dengan virus lokal yang kadang tidak dikenali AV buatan bule?"
Yup, virus2 buatan pak le kadang memang tidak dikenali oleh antivirus buatan bule... He..he..
3. Jika ingin menggunakan 2 atau lebih antivirus sekaligus?
Anda tetap bisa menggunakan lebih dari satu antivirus dengan syarat anda harus mematikan fitur RTP salah satu AV.
RTP (real time protector), adalah fitur yang membuat antivirus berjaga
ketika komputer mulai dihidupkan. Jika anda menghidupkan PC kemudian di
pojok kanan bawah (system tray) anda melihat icon antivirus yang anda
pasang, itu berarti RTP-nya jalan.
Bagaimana mematikan RTP salah satu AV? Cukup mudah. caranya adalah
dengan mengetikkan "MSCONFIG" setelah meng-klik start--> RUN.
Di tab startup, hilangkan tanda centang disamping nama AV yang akan dinonaktifkan RTPnya, kemudian restart komputer anda.
4. Siapkan AV portable
Ini adalah cara lain jika ingin menggunakan lebih dari 1 antivirus.
Portable artinya tidak perlu diinstall, bisa langsung dijalankan untuk
scan melalui flashdisk atau CD. Beberpa AV lokal dapat digunakan secara
portable, misalnya PCMAV dan lain-lain.
AV portable juga menjadi salah satu solusi jika PC dan antivirus yang
anda gunakan sudah terserang. Beberapa virus tidak akan mengizinkan PC
diinstall AV baru dan langsung merusak file AV portable yang terpasang
dalam flashdisk.
Tapi anda masih bisa menjalankan AV portable melalui CD, karena firus tidak bisa menginfeksi file yang terdapat dalam CD.
Untuk saat ini, itu saja yang bisa saya berikan. Jika ada tambahan, yuk di komen dibawah..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar